Impresi Pertama Flagship Sony MDR Z1R

Kamis kemarin, punya waktu luang saya kebetulan browsing FB, Iseng-iseng mampir page nya Jaben Indonesia, yang ternyata, Jaben Jogja sedang kedatangan beberapa barang yang menggiurkan, terutama, Flagship terbaru dari Sony, Sony MDR Z1R, Udah dapet informasi langsung nggak sabar untuk datang, mampir deh sorenya ke sana,
Pertama-tama Thanks untuk mas Sindhu, Danny dan Billy yang sudah sangat mengakomodasi saya saat disana, walau cuma dateng menuhin satu meja hingga berjam-jam masih dilayani dengan baik, Sip banget bro  😀

Perkenalan:
Sony MDR Z1R, menjadi headphone flagship terbaru dari Sony; produk ini memulai kembalinya Sony ke pasar Summit-Fi Headphone Audiophile, sejak terakhir kali Sony Qualia 010 pada tahun 2004, dan sebelumnya Sony MDR R10 yang dirilis pada 1988, keduanya masih memiliki pengikut yang setia, bahkan MDR R10 mendapat canangan status sebagai salah satu headphone Legendaris dari abat 20, bersama dengan Sennheiser Orpheus, AKG K1000, dst .

MDR Z1R, bersama dengan Amp (Amplifier) TA-ZH1ES, DAP (Digital Audio Player) kembar NW-WM1A & NW-WM1Z, dan kabel aksesoris Kimber Kable® for Sony membentuk Line Up “Signature Series” Sony
Sony MDR Z1R, karena memiliki status headphone flagship, memiliki harga yang tidak main-main, MSRP $2200, (rate: Rp 29.367.800,00) dengan harga pasaran di Indonesia sekitaran Rp25.000.000,00, nah untuk harga segitu, apakah headphone ini mampu membedakan diri dari pesaing-pesaing lain yang sudah memenuhi pasar Headphone Audiophile dan mencanangkan diri sebagai Headphone yang pantas kamu tengok?

Disclaimer: Ini merupakan kesan dari pengalam demo 3-4 jam saya dari Sony MDR Z1R model store demo dengan nomor seri X677, Sony menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam pembuatan dari model demo (memiliki seri X pada nomornya) maupun model pasaran (terdiri dari 4 angka, misal 0001, 0026, dst), model demo yang saya coba terlihat sudah digunakan sebelumnya untuk lumayan lama, jadi efek perbedaan seperti dari Burn-In saya rasa sudah tidak ada.

Saya melalukan demo dan menulis review ini untuk kepuasan saya pribadi saja karena ini memang hobi, jadi tidak ada financial incentive dari pihak manapun, semua yang saya tulis adalah pendapat jujur saya dengan penglihatan dan pendengaran sendiri, juga dengan koleksi musik saya sendiri, karena review memang dasarnya subjektif jadi kesan saya mungkin akan berbeda dengan apa yang anda rasakan, sekali lagi, YMMV.

Spesifikasi

Model Name

MDR-Z1R Hi-Res Audio Headphones
Hi-Res Audio Yes
Receiver Type Closed
Wearing Style Around-Ear Headband
Driver Unit 70mm Dynamic
Diaphragm Aluminum-coated Liquid Crystal Polymer Edge Diaphragms with Magnesium Dome
Frequency Response 4-120,000Hz
Sensitivity 100dB/mW
Impedance (at 1kHz) 64Ω
Cables Headphone Cable (3m Silver-coated OFC with gold-plated 3.5mm Stereo Mini Plug); Balanced connection headphone cable (1.2m Silver-coated OFC with L-shaped gold-plated 4.4mm Balanced Standard plug)
Weight Approx. 385g (excluding cable)
Case Accessory

Hard storage case

Build:
Dari pandangan pertama, Sony MDR Z1R memang Polarizing, dengan dengan desain cups yang unik (beberapa orang mengatakan terlihat seperti bentuk anggota tubuh wanita 😉 ).  Secara umum konstruksi terlihat mewah, Housing telapisi dengan alumunium mesh yang melindungi bahan kertas didalamnya yang dibuat dari kayu Conifer (dari) yang diproses dengan teknik Washi, berfungsi sebagai Acoustic Filter suara Z1R. Untuk Headband dan Earpads kulit asli berisi memory foam yang sangat empuk dan lembut, headband juga berisi bukan bahan umum seperti Alumunium, melainkan sebuah Beta Titanium, yang memberikan kemampuan untuk mengkonfigurasi kelengkungan dan tekanan dari headband tanpa merusak lekukan asli. Z1R juga memiliki mekanisme adjustment dari bahan Alloy Alumunium dengan konfigurasi ukuran yang solid, terdengar suara “click-click” yang tegas untuk setiap setting ukuran, Overall Z1R memberikan kesan pertama yang sangat positif, lebih bagus / paling tidak sebanding dengan headphone dengan kisaran harga yang sama. Sungguh pantas sebagai sebuah headphone Flagship.

MDR Z1R datang dalam case display kayu besar, dengan berat +-5 kg (photo) dengan aksesori 2 kabel, 3m 3.5mm standard plug, 1.5m 4.4mm kabel Balanced standar baru dari JEITA.

This slideshow requires JavaScript.

Nah, Karena model demo yang di Jaben ini sudah lumayan dapet beating dari 2-3 bulanan jadi model demo, terlihat goresan pada konektor dari 3.5 mm jack nya, yang karena ketika pada posisi lemes dan tidak digunakan membentuk posisi silang, jadi sering terjadi kontak antar badan kedua jack alumuniumnya, selain itu juga terlihat pada kontak dari headband – earcup terdapat debu sepertinya dari bekas kikisan dari kontak antara headband dengan hanger dari earpieces, ini mungkin karena Sony memiliki toleransi yang cukup ketat pada pembuatan headphone ini, jadi ada saat ketika kedua bagian saling menyentuh. Tidak ada suara yang ditimbulkan dari hal ini, dan swivel masih lancar dan halus, cuma imperfection kecil yang saya perhatikan saja. Ada kemungkinan Sony sudah memperbaiki 1-2 hal ini pada produk pasaran nanti, variasi kecil dari setiap produk juga normal terjadi, karena ini memang handmade in Japan.

Test Rig:
Sony VAIO Flip 13> USB> Fiio Q1> Z1R,
Pada Fiio Q1 menggunakan High Gain dengan knob volume pada 3/9 (dengan 8 steps mulai dari 1). Z1R mampu juga dijalankan dengan Q1 pada Low Gain 4.5/9 dan Fiio M3 pada 33/60, saya bahkan mencoba menjalankanmya melalui Samsung Galaxy Note 8.0, dan mendapatkan volume yang cukup pada 11/15 dengan output suara yang lumayan bagus, jadi Z1R tidak seperti headphone pada TOTL umumnya yang membutuhkan dedicated headphone amp untuk bersuara bagus, Z1R bukanlah headphone yang berat untuk dijalankan, cukup dengan source portable. Walaupun pemberian headphone Amp bagus tetap mampu membuka kemampuan/ Scale Up Z1R dengan lebih sempurna.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Laptop>USB>Fiio Q1> Headphone

Karena kebetulan tidak ada AMP maupun DAC lain yang bsia saya pinjam di Jaben Jogja, (haaah…) jadi saya minta maaf karena hanya bisa menggunakan Fiio Q1, dekat- dekat ini saya berencana untuk membeli sebuah Tube Amp, dan review saya selanjutnya saya akan mengikutsertakan itu untuk meencoba flavor tubung bagi mereka yang suka, juga untuk memberikan performa tambahan. Jika dikemudian hari saya diberikan kesempatan untuk melakukan demo Z1R lagi tapi memalui chain yang lebih bagus, saya akan membuat artikel baru dengan impresi tambahan.

Kesan Suara:
Saya akan membagi karakter suara dalam 3 segmen, Bass-Mids-Treble, kemudian saya akan memberikan pendapat saya dari suara MDR Z1R secara penuh, kesan, pikiran dan emosi yang saya dapatkan akan saya tulis disini

  • Bass: Authoritative, Deep, Dynamic. Memiliki energi untuk memainkan musik yang cepat, tapi tetap mampu memelankan diri saat musik membutuhkannya, ketika bass nya keluar, itu terasa besar dan megah, memberikan kesan ruangan yang luas dan besar, memiliki bobot yang membumbui musik yang didengarkan. Bass dari Z1R memiliki presence dan jika di analogikan, seperti seorang Butler veteran, tahu saatnya untuk datang dan mengisi frequensi bawah saat musik membutuhkan, dan dengan pelan menghilang dan tenang pada musik yang tidak. Sungguh dapat memberi perasaan dan emosi pada beberapa lagu, terasa jelas seperti pada lagu orchestra, jadi terdengar lebih lengkap, seperti saya benar- benar berada didalam rumah opera, mendengarkan Orchestra bermain didepan saya.
    Untuk Beberapa Lagu seperti jenis RnB dan Electronica, Bass kuat bisa hingga terasa di dada, untuk beberapa orang, bass bisa sedikit penuh, tapi dengan sedikit mengurangi volume, Voila! Perfect.
  • Mids: Halus dan manis, Z1R memiliki sedikit emphasis pada upper mids,terutama vokal wanita dan instrumen-instrumen, seperti gitar, biola, oboe, dll, akan terdengar dekat dan kadang bisa sampai intimate, tapi tetap dengan memerikan ruang yang cukup untuk Vokalis. Walaupun begitu, Z1R tidak memberikan sibilance, walaupun terdengar, hanya karena memang lagu yang didengarkan itu yang memiliki sibilance dari sejak masterinya. Untuk lagu seperti Solo Piano dan vokal pria juga terasa berbobot, Instrumen akustik, seperti Biola dan Oboe terdengar sangat lembut dan lush, lagu terasa seperti mengelilingi saya, benar-benar pengalaman mendengarkan musik yang emosional.
  • Treble: Sebagian dari anda mungkin beranggapan karena bassnya lumayan besar, mereka jadi menutupi bagian mids dan high, Tapi, disini saya katakan TIDAK. Z1R, walaupun memiliki nuansa warm yang diberikan dari bassnya, Z1R ternyata tetap terdengar bersih dan jelas, dengan microdetail yang tidak hilang, saya pernah mendengar orang mendeskripsikannya “dark detail” dan saya setuju dengan itu.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sony MDR Z1R

Sony MDR Z1R memiliki suara yang natural, saya bisa menggambarkan suasana dimana musik direkam, soundstage pada Z1R juga dipengaruhi oleh hal ini, jadi Z1R mencerminkan kualitas musik dengan baik, walaupun begtu, Z1R masih toleran dengan sumber musik yang sedikit “kotor” juga, tapi Z1R memang paling cocok untuk mendengarkan musik dengan kuallitas bagus. Soundstage pada Z1R tegas, berbentuk seperti bola yang mengelilingi sekitaran kepala, ukuran, baik lebar, tinggi, maupun kedalaman sangat bagus untuk sebuah headphone tertutup, bahkan bisa menyaingi beberapa headphone terbuka populer untuk soal ukuran. Untuk hal separasi Z1R cukup bagus, saya bahkan mampu menghitung jumlah orang dari sebuah lagu koor dengan mendengarkan tarikan nafas mereka.
Z1R memiliki micro detail sangat bagus, saya bisa mendengar detail suara kecil dengan lebih baik karena adanya isolasi yang diberikan dari desain tertutup, terkadang kita tidak tahu berapa banyak detail yang tertutupi saat mendengarkan headphone terbuka pada keadaan tidak optimal, suara background seperti kesibukan jalan diluar rumah, suara dengungan A/C maupun kipas dari PC menjadi noise yang mengganggu pengalaman mendengarkan musik, terutama pada musik yang pelan. Z1R memiliki kemampuan Dynamic extension yang sangat bagus, mampu memainkan lagu dari notes yang paling pelan hingga suara yang paling menggelegar, dan kamu akan merasakan perbedaannya.

Komparasi: Ketika Demo, saya juga berkesempatan untuk membandingkan secara langsung MDR Z1R dengan 2 headphone pribadi favorit saya, AKG K702 dan Sony MDR MA900, dengan impresi saya adalah:

  • AKG K702: Z1R memiliki kualitas penangkapan detail yang hampir setara, dengan instrumen lebih terdapat dalam background, hanya terdengar ketika saya ingin mendengarnya, sedangkan K702 bisa diibaratkan seperti melemparkan detail kepada saya. Z1R juga memberikan bobot suara yang jelas tidak dimiliki oleh K702, si AKG jadi terasa tipis dan ramping, jelas Bass dari Z1R memberikan emosi yang terkadang K702 tidak miliki. Untuk vokal, tidak begitu berbeda, keduanya bersih dan jelas, hanya pada Z1R diberi sedikit bumbu warmth yang memang tergantung selera suka atau tidak.
  • Sony MDR MA900: MA900 memiliki soundstage yang lebih luas, lebih warm dan analog, sibilance juga lebih tersembunyi, bass pada MA900 lebih fokus ke midbass dengan gapaian yang tidak sedalam dan serendah bass Z1R, jadi Z1R masih menang (jauh) disitu. Untuk koleksi lagu saya, yang lumayan penuh dengan lagu2 JPop yang umumnya penuh dengan vokal wanita dengan mastering yang terkadang nggak jelas, saya lebih suka mendengarkannya melalui MA900 saya, mungkin karena nuansa yang lebih analog saja yang saya sudah terbiasa sejak punya IEM Heaven II saya. Untuk sektor treble, Z1R meninggalkan MA900 jauh, detail lebih jelas dan terang, no competition deh

*Bonus: Menggunakan Z1R untuk menikmati film: Vokal jelas dengan speech legibility yang bagus, suara yang natural membuat suasana yang lebih realistik dengan tambahan detail dan presence dari Bass yang kuat dan mampu mengeluarkan suara yang menggelegar, terasa pengalaman yang cukup bagus dan saya rasa Z1R sangat cocok untuk digunakan menonton film maupun bermain game, karena Bassnya mampu mereproduksi suara ledakan kuat, dan detail yang jernih dengan separasi dan penempatan suara yang jelas membantu pada bahkan sektor competitive gaming.
Konklusi:


Sony MDR Z1R, percobaan terbaru Sony unutk masuk ke pasar headphone audiophile kelas Summit-Fi, apakah merupakan kegagalan seperti pendahulunya MDR Z7? TIDAK, ini jelas bukanlah sebuah percobaan yang gagal. Kalau begitu, apakah Z1R adalah Headphone penerus MDR R10 dengan mids grain free legendaris yang ditunggu – tunggu fans Sony? Sayangnya Tidak juga. Yang diberikan oleh Z1R adalah pandangan/ reproduksi suara yang berbeda dari norma mendengarkan musik favorit kamu,

Its Warmth And Dynamic bass clearly make it differ from the crowd

Akhirnya kamu terdengar apa yang sudah kamu lewatkan dari lagu orchestra yang suka kamu mainkan berulang-ulang, Z1R memberikanmu perasaan pada lagu tanpa memerlukan proses yang berbelit belit, cukup colokkan Z1R ke player apapun, baik itu DAP, laptop, maupun smartphone, dan mainkan lagu favoritmu, and off you go to musical enjoyment Nirvana.
That’s all for now and Happy Listening

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s